Beranda Headline Weh-wehan, Tradisi Unik Sambut Maulid Nabi

Weh-wehan, Tradisi Unik Sambut Maulid Nabi

577
0
BERBAGI - Salah satu warga Kaliwungu sedang membagikan makanan dalam tradisi weh-wehan petang tadi (8/11). Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun dan masih dipelihara warga.

KENDAL, seputarkendal.com – Banyak cara dilakukan umat Islam menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw. Selain dengan membaca sejarah nabi lewat berzanji, dibaan, ada tradisi unik yang dilakukan warga Kaliwungu yakni tradisi weh-wehan atau saling memberi makanan.

Tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun silam hingga kini masih dilestarikan warga. Jika dulu bentuk weh-wehan berupa makanan, seiring perkembangan jaman, bentuk weh-wehan bervariasi. Ada es, sabun, lontong, odol, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Meski mengalami perkembangan jaman tapi ada satu makanan yang tidak boleh ditinggalkan yakni sumpit. Makanan terbuat dari tepung beras ini dibungkus menggunakan daun pring (bambu).

“Kalau yang lain bisa berganti tapi sumpit tetap dilestarikan,” aku Rodiyah, 50, warga Dukuh Pandean, Desa Krajan RT 01 RW 06, Kaliwungu sambil menenteng aneka makanan dan barang pemberian tetangganya.

Menurut Rodiyah tradisi weh-wehan sudah berlangsung lama. Sejak dia kecil tradisi ini sudah ada. Weh-wehan dimulai usai salat Asar hingga menjelang Maghrib. Tahun ini dia membuat 100 paket untuk dibagikan kepada tetangganya.

Adiknya membuat 160 paket. Banyak sedikitnya paket yang dibuat disesuaikan dengan kemampuan warga. Bahkan jika tidak mampu cukup membuat es dan mi. Dari sekian kampung paling ramai menurutnya di Kampung Pandean yang dikenal banyak warganya berjualan telepon seluler.

“Kita nggak melihat bentuknya tapi kebersamaannya dalam bermasyarakat. Yang penting saling berbagi,” ujarnya.

Warga lain Badriyah, 37, mengaku datang dari Tegal untuk merayakan weh-wehan. Meski sudah menjadi warga Tegal sejak 10 tahun silam tapi dia masih meluangkan waktu pulang kampung merayakan tradisi weh-wehan.

“Di sana kan nggak ada tradisi seperti ini jadi ya diluangkan waktunya pulang kampung,” ujar Badriyah. (nal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here