Beranda Headline Viral Video Seorang Cucu Aniaya Kakeknya, Pelaku Diringkus

Viral Video Seorang Cucu Aniaya Kakeknya, Pelaku Diringkus

314
0
pelaku penganiayaan kakeknya sendiri diringkus polisi

KENDAL, seputarkendal.com – Aksi penganiayaan seorang cucu terhadap kakeknya viral di medsos. Tadi pagi (21/11) pelaku dibekuk polisi di rumahnya. Pelaku jengkel kepada sang kakek karena menaruh pakan ikan di bak mandi.

Dalam video yang tersebar luas di sosial media terlihat, aksi brutal seakan tak punya rasa takut atau kualat dengan orang tua, penganiayaan dilakukan seorang pemuda terhadap kakek didalam sebuah rumah. Pelaku nampak marah dan beberapa kali melontarkan tendangan terhadap korbannya, yang sudah terkapar.

Diketahui pelaku dalam video tersebut adalah Yusminardi, 22, warga Dusun Delesari RT 03 RW 04, Desa Kedungboto Kecamatan Limbangan. Sedangkan korban seorang kakek tua renta tersebut tidak lain adalah kakek pelaku bernama Wasidi. Aksi penganiayaan sendiri dilakukan pada Minggu lalu (17/11), namun videonya mulai tersebar Rabu malam.
Berkat polisi bertindak cepat, Kamis pagi pelaku dan korban diamankan di Mapolsek Limbangan untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan polisi, aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku karena emosi sesaat.

Korban Wasidi mengaku memberikan makanan ikan ke dalam kolam, dan tiba-tiba cucunya marah-marah. Korban kemudian ditanya dan ditendang beberapa kali, dan dipukul hingga terkapar. Meskipun begitu, hati orang tua yang sudah tersakiti secara lahir maupun batin tetap tak rela kalau cucunya tersebut akan diborgol dan dibawa polisi. Dirinyapun akan terus mengikuti kemana cucu yang sudah menganiaya tersebut pergi.

Sementara itu pelaku penganiayaan, Yusminardi mengaku khilaf dan emosi karena saat mandi dan hendak gosok gigi ada pakan ikan yang masuk ke dalam mulutnya. Lantaran bau amis dan jengkel, pelaku kemudian mendatangi kakeknya dan langsung menendang dan memukulnya.

Ketua Rukun Tetangga Dukuh Delesari Desa Kedungboto, Sudiyono mengaku sempat kaget mengetahui di media sosial. “Pelaku ini sudah 3 bulan ini nganggur di rumah setelah pulang dari Malaysia jadi TKW,” jelas Sudiyono.

Korban sempat menangis dan memeluk cucunya, saat polisi hendak memborgol dan dibawa ke unit penanganan perempuan dan anak (PPA) Polres Kendal. Sang kakek meminta agar cucunya tidak dibawa, karena sudah mengikhlaskan dan memaafkan. Pelaku sendiri sudah sejak kecil ikut korban, dan baru pulang bekerja di Malaysia.

Camat Limbangan Widodo mengaku prihatin atas kejadian memalukan ini. Pasalnya pembangunan seharusnya tidak hanya pada fisik tetapi juga perilaku dan etika kepada sesama. Ke depan pihaknya akan menekankan pada pendidikan moral, agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi.

Kepala Kepolisian Sektor Limbangan, Iptu Agus Riyanto mengatakan, kejadian penganiayaan dilakukan pelaku hari Minggu. Keterangan korban bahwa emosi pelaku meluap, karena kolam yang digunakan untuk mandi diberi pakan ikan oleh kakeknya. Saat mandi ada pakan ikan yang masuk kedalam mulut, dan kemudian pelaku emosi dan marah hingga melakukan penganiayaan.

korban (baju batik) tak rela kalau pelaku (cucunya) diborgol polisi

Kapolsek menambahkan, pelaku tidak mengetahui jika aksi penganiayaan kepada kakeknya direkam oleh sepupunya yang masih duduk di sekolah dasar. “Video tersebut dikirimkan ke orang tuanya, namun justru tersebar dan menjadi viral,” imbuhnya.

Guna kepentingan penyidikan petugas, usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Limbangan, kini pelaku dan korban dibawa ke unit PPA Polres Kendal untuk penanganan lebih lanjut. Sementara handphone yang digunakan untuk merekam aksi penganiayaan, diamankan sebagai barang bukti.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here