Beranda Headline Ustadz Ali Maafkan Pendobrak Kediamannya

Ustadz Ali Maafkan Pendobrak Kediamannya

339
0
BERI MAAF - Calon bupati asal PKB Ustadz Ali (kiri) memberikan maaf kepada pelaku pendobrak kediamannya.

 

KENDAL, seputarkendal.com – Kediaman calon bupati Kendal asal PKB KH Ali Nurudin atau akrab disapa Ustadz Ali dimasuki orang asing pada Sabtu (1/8/2020) pukul 03.20 dini hari. Pemilik rumah yang saat itu terbangun usai salat malam terkejut mendengar pintu depan didobrak paksa. Tak perlu waktu lama, tuan rumah berhasil membekuk sendiri pelaku kemudian menyerahkannya ke pihak kepolisian.

Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kendal Ustadz Ali mengatakan pihaknya segera menghubungi Polsek setempat setelah berhasil menangkap pelaku. Disaksikan tenaga keamanan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tak jauh dari rumahnya, Ustadz Ali menyerahkan pelaku ke polisi yang segera merapat ke tempat kejadian perkara.

“Saya tak ingin gegabah mengambil tindakan sendiri. Saya serahkan ke polsek yang segera merapat ke rumah disaksikan tenaga security BLK agar bisa diusut lebih lanjut apa motif pelaku. Alhamdulilah, tak sampai satu kali dua puluh empat jam bapak-bapak polisi datang lagi ke rumah bersama pelaku dan keluarganya menyampaikan hasil penyelidikan,” terang Ustad Ali, Minggu (2/8/2020) dini hari tadi, di rumahnya di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Ilham Syafriantoro Sakti mengatakan pihaknya segera menerjunkan timnya untuk melakukan penyelidikan begitu menerima laporan adanya dugaan tindak pidana di rumah pengasuh pesantren Jabal Nur itu.

Diterangkan, jajarannya telah mengumpulkan informasi dengan mengorek keterangan dari pelaku, keluarganya dan para saksi. Dari keterangan pelaku, dikatakan yang bersangkutan melakukan aksinya karena merasa dirinya terancam. Pelaku nekat memasuki rumah Ustadz Ali untuk meminta pertolongan.

“Dari keterangan pelaku, kemudian kami kembangkan ke para saksi lain, ditemukan kecocokan. Pelaku mengalami halusinasi merasa dirinya dikejar-kejar oleh gerombolan orang yang akan menyerangnya. Sebelum masuk ke rumah Pak Ustadz, pelaku juga mendatangi rumah temannya di kampung Mranggen, menyampaikan dirinya mengaku ketakutan dikejar-kejar banyak orang,” terang Ipda Sutrisno, Kanit Reskrim Polsek Kaliwungu.

Sementara itu, pelaku yang diketahui bernama Sektiardi, 31, didampingi istrinya NH, 28, sekilas tidak tampak orang mengalami gangguan kejiawaan. Warga Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, ini mengaku dirinya merasa masih diikuti orang. Ayah dua anak ini dengan percaya diri mengatakan orang-orang yang mengejarnya itu ada dan dirinya benar-benar sedang terancam.

“Saya masuk ke rumah ini karena saya pikir kalau rumah besar itu ada satpamnya. Saya mau minta tolong biar saya dilindungi dari orang-orang yang terus mengejar-ngejar saya. Saya masuk ke rumah ini untuk minta tolong bukan mau niat ambil apa-apa,” katanya di hadapan penyidik disaksikan korban.

Senada, NH mengatakan suaminya itu berperilaku aneh sepulang dari Malang hari Jumat lalu. Sejak saat itu, sang suami mengaku merasa ketakutan selalu diikuti orang yang akan mencelakainya.

“Padahal orang yang mengejar-ngejar itu ya tidak ada. Tapi suami saya seperti ketakutan sekali. Jumat lalu minta saya menjemputnya di kerjaan. Sebelum paginya tahu kabar ini dari bapak-bapak polisi, malamnya saya ngga bisa tidur. Terus kepikiran apa sebenarnya yang terjadi sama suami saya,” terangnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ali yang telah berkenan memberikan maaf dan ampunan kepada suaminya. Dia mengaku tidak mengira kejadiannya akan seperti ini.

Di hadapan pelaku dan istrinya disaksikan tim penyidik Polsek setempat, Ustadz Ali menyatakan pihaknya memberikan maaf kepada pelaku. Dirinya meminta kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Selain itu, pihaknya menyatakan mendukung upaya pihak kepolisian untuk menjaga kondusivitas di masyarakat khususnya menjelang pelaksanaan Pilkada.

“Baru beberapa hari kemarin saya didatangi tim dari Polres untuk meminta statemen saya untuk memberikan dukungan pelaksanaan Pilkada damai. Pernyataan saya itu juga saya sampaikan ke media, bahwa saya sepenuhnya mendukung upaya Polri untuk menjaga agar Pilkada tahun ini bisa berjalan dengan aman, sejuk dan damai. Dengan kejadian ini, semoga bisa meluruskan informasi yang berkembang dan saya apresiasi langkah sigap kepolisian,” terangnya.

Sebelum pamitan untuk dibawa kembali ke Polsek, Ustadz Ali memberikan air untuk diminum pelaku. Sebelum meminum, pelaku diminta membacakan Salawat Nabi. Ustadz Ali juga berpesan kepada istrinya agar sabar dan mendampingi agar suaminya bisa pulih kembali.

Dari keterangan pihak Polsek, pelaku akan diminta membuat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Selanjutnya pelaku akan diminta wajib lapor seminggu dua kali selama sebulan untuk memantau perkembangan kondisi pelaku.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kendal Muhammad Makmun, yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kendal, mengapresiasi langkah sigap kepolisian yang telah mengusut motif pelaku. Pihaknya sempat merasa khawatir akan kesalamatan calon bupati Kendal yang telah dideklarasikan oleh PKB itu.

“Setelah mengetahui kejadian di rumah Pak Ustadz, apalagi situasi menjelang Pilkada ini, dugaan kita bisa macam-macam. Jangan-jangan ini ada kaitannya dengan teror politik. Kalau pun itu kriminal murni, jelas saja kesalamatan Pak Ustadz terancam,” terang Makmun. (nal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here