Beranda Headline Seorang Nelayan Tenggelam di Muara Kalikuto

Seorang Nelayan Tenggelam di Muara Kalikuto

480
0

KENDAL, seputarkendal.com Diduga tengah buang air kecil dari atas perahu, seorang nelayan warga Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dikabarkan tenggelam. Dalamnya sungai mengakibatkan proses pencairan dengan berbagai cara oleh petugas gabungan dan dibantu warga setempat, belum menuai hasil.

Sumono, 71, warga Saribaru RT 1 RW 15 Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dilaporkan tenggelam di muara Kalikuto sekitar dermaga Larangan. Kakek tersebut diketahui tengah perjalanan pulang usai melaut mencari ikan, bersama nelayan yang lain satu perahu motor. Apes, berniat buang air kecil, diduga terpeleset kemudian korban terjun kealam Kali Kuto.

Salah seorang rekan seprofesi yang tak jauh dari tempat kejadian perkara mengaku mendengar suara benda berat terjatuh ke sungai, yang diduga merupakan korban tersebut. Mendengar hal tersebut, para nelayan berinisiatif langsung menebar jaring dan berusaha mencarinya selama lebih dari 1 jam,” terang Tulyono.

Mendengar suara byur, kemudian mememberi tahu ke para nelayan yang lain untuk segera menkroscek sumber suara tersebut. “Diperkirakan karena faktor usia lanjut menyebabkan korban kehabisan tenaga dan hanyut terbawa arus sungai yang memiliki kedalaman mencapai lebih dari 3 meter,” ungkapnya.

Proses pencarian mulai dari atas perahu hingga penyelaman oleh tim gabungan, BPBD Kendal, Banser, MDMC, Baznas, Ubaloka, dan tim relawan serta dibantu masyarakat setempat hingga Jumat (23/10) petang ini masih terus dilakukan.

Menurutnya kejadian tersebut sekitar Kamis (22/10) petang atau 19.30 WIB rombongan perahu perjalanan pulang setelah melaut.
“Korban diduga akan buang air kecil dari atas perahu, diduga terpeleset dan tercebur kedalam sungai dan hanyut kedasar sungai yang membelah perbatasan antara Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang tersebut,” jelas Dansatkoryon Banser Rowosari Sulton.

Sementara itu proses pencarian korban terus dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Tim SAR berharap tidak turun hujan, sehingga korban tidak terlalu jauh terbawa arus sungai yang sudah mendekati muara tersebut.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here