Beranda Headline Ponpes – GBPNS dapat Kucuran Bansos Covid-19 Rp2,5 T

Ponpes – GBPNS dapat Kucuran Bansos Covid-19 Rp2,5 T

28
0

KENDAL, seputarkendal.com – Guna membantu keberlangsungan eksistensi para tenaga pendidik baik dari pendidikan formal maupun informal selama Pandemi Covid-19 yang tengah mewabah, Kementerian Agama mengucurkan bantuan sosial senial Rp2,5 triliun. Bantuan tersebut diprioritaskan ke tenaga pendidik guru bukan PNS (GBPNS) dan pengajar di pondok pesantren dibawah naungan Kemenag Republik Indonesia Senin (16/11).

Sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang tengah berkunjung di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Usai dari Ponpes Al Musyafa’ Kampir Sudipayung, Ngampel, Wamenag melanjutkan kunjungan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Brangsong. Dalam Kunjunganya, Wamenag RI Zaenut Tauhid Saadi menyosialisasikan bahaya Covid-19 dan pembinaan Aparatur Sipil Negara Kemenag, yang berlangsung di aula MTs N 01 di Jalan Pantura Soekarno Hatta Brangsong Minggu (15/11).

Dalam sambutanya, Zaenut Tauhif Saadi menegaskan ke seluruh jajaranya mulai dari Kanwil, Kankemenag, KUA, hingga Penghulu dan Penyuluh Agama, untuk selalu menjadi teladan dalam segala hal, khususnya percontohan untuk tetap taat terhadap anjuran satgas Covid-19 selama masih pandemik, dengan menjalankan protokol kesehatan.

Pihak Kementerian Agama RI sendiri tidak main-main dalam penanganan virus yang bersumber dari Wuhan China tersebut, dengan mengucurkan bantuan sosial untuk disalurkan ke tenaga Pendidikan guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) sebanyak Rp2,5 triliun yang terbagi beberapa tahap.

“Bantuan selama Pandemi Covid-19 yang dikucurkan oleh Kemenag RI ke tenaga pendidik dan lembaga pendidikan dibawah naungan pondok pesantren maupun pendidikan formal lainnya. Dan pada akhir Desember ini bantuan tahap terakhir akan tersalurkan semua dengan baik,” jelas Wakil Kemenag RI Zaenut Tauhid Saadi.

Sementara, penanganan Wabah Coronavirus Desease 2019 tersebut bukan hanya penyakit yang diatasi, tetapi dampaknya yang menyebabkan munculnya pengangguran karena sudah memukul semua sektor perekonomian, salah satunya pabrik terpaksa tutup, berimbas terjadinya PHK,” pungkasnya.

Terkait banyaknya peserta jamaah umroh banyak yang terpapar positif Covid-19 pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk proses penyelenggaraannya atau
melakukan kebijakan lainnya supaya bisa mengantisipasi maupun memutus sebaran virus yang tidak terlihat kasat mata tersebut. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here