Beranda Headline Perangkat Desa -Tomas Tak Percaya Covid-19, Puskesmas Terapkan Skrining

Perangkat Desa -Tomas Tak Percaya Covid-19, Puskesmas Terapkan Skrining

244
0

BATANG, seputarkendal.com – Masih adanya para tokoh masyarakat dan perangkat desa yang tidak mempercayai keberadaan Novel Coronavirus Desease 2019, membuat masyarakat semakin bingung dan acuh terhadap protokol kesehatan. Selain tetap melakukan sosialisasi pemahaman terkait virus tersebut, pihak Puskesmas di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini menerapkan skrining dengan ketat bagi para pengunjung dan pasien yang akan berobat, sebagaimana usaha memutus rantai sebaran Covid-19, Kamis (17/12).

Penerapan skrining tersebut diawali dari petugas parkir yang ber APD dan mewajibkan para pengunjung harus melakukan cuci tangan baik dengan air kran maupun hand sanitizer yang sudah disediakan terlebih dahulu untuk dilanjutkan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermogun serta pencatatan identitas bagi masyarakat yang datang.

Warga yang tengah berkunjung ke pusat kesehatan masyarakat Gringsing I tersebut diwajibkan harus bermasker dan duduk berjarak sebagaimana kursi di ruang tunggu yang sudah dilakukan penyekatan. Warga maupun calon pasien yang tengah berobat pun diberi jarak pembatas dengan petugas pelayanan menggunakan sekat pembatas mika transparan. Selain itu petugas medis juga harus memakai alat pelindung diri lengkap saat memeriksa para pasiennya, di ruangan khusus atau tertutup.

Selama pandemi Covid-19 semuanya wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan yang lainya. Untuk memastikan kondisi pengunjung ataupun pasien dilakukan skrining, dikarenakan supaya terbaca dan bisa dilakukan pemisahan terhadap pasien lainya manakala terindikasi terpapar virus corona.

Masih adanya tokoh agama dan masyarakat serta perangkat desa yang tidak percaya terhadap Covid-19 membuat para petugas medis dan satgas harus meningkatkan sosialisasi di lapangan supaya pemahamannya tidak keliru ” jelas Kepala Puskesmas Gringsing 1 dokter Sieska Firnalia Indah.

“Sebagai antisipasi awal, pihak Puskesmas saat ini menerapkan protokol kesehatan dengan ketat melakukan skrining ke semua pengunjung maupun petugas,” kata dokter Sieska.

Sampai saat ini, Kabupaten Batang terdapat 15 kecamatan statusnya masih zona merah, akibat kasus positif Covid-19 terkonfirmasi terus meningkat jumlahnya.
Putus rantai sebaran virus corona, patuhi protokol kesehatan dan ingat pesan ibu untuk melaksanakan 3 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dalam aktivitas sehari-hari.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here