Beranda Ekonomi Pandemi Covid-19 PMA Tetap Bergairah Investasi di KIK Capai Rp22,2 Triliun

Pandemi Covid-19 PMA Tetap Bergairah Investasi di KIK Capai Rp22,2 Triliun

245
0

KENDAL, seputarkendal.com – Virus Corona yang tengah mewabah hingga kini tak begitu memengaruhi pergerakan investasi yang masuk di Kawasan Industri Kendal, tercatat hingga memasuki pertengahan semester dua, total investasi terus mengalami kenaikan yang mencapai Rp 22,2 triliun. Manajemen KIK dan Pemerintah Daerah setempat akan terus berusaha supaya para pengusaha menanamkan modalnya di kawasan, dengan target pada tahun 2025 tembus Rp70 triliun atau 5 miliar US Dollar, Kamis (23/09).

Pembangunan pabrik berskala nasional maupun internasional terus berlangsung di Kawasan Industri Kendal atau Kawasan Ekonomi Khusus tersebut. Pertumbuhan perekonomian disektor perindustrian terkoreksi cukup bagus, tercatat pertumbuhan investasi di KIK pada semester dua ini mencapai Rp7 triliun, yang meliputi dari 62 Corporate atau penyewa lahan dari 8 Penanam Modal Asing.

Direktur Eksekutif PT KIK Didik Purbadi menjelaskan, berkat sinergitas dan peran Pemerintah Kabupaten Kendal dan management Kawasan Ekonomi Khusus KIK, menghasilkan setidaknya ada sekitar 20 perusahaan sudah mulai beroperasi dan 11 perusahaan tengah masuk tahap konstruksi. Tidak lama lagi perusahaan yang sudah mulai beroperasi di kawasan tersebut akan memperoleh insentif dari BKPM dan Pemerintah Pusat, Rabu (22/09).

“Progres pembangunan di kawasan tersebut sudah mencapai sekitar 40 persen dengan nilai investasi sebesar Rp22,2 triliun sekitar 35 persen dari target, atau mengalami kenaikan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya yakni mencapai Rp7 triliun memasuki semester akhir ditahun ini,” jelasnya.

Sementara itu bupati kendal Dico M Ganinduto yang turut mendampingi kunjungan kerja Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal pada Kementrian Invetasi atau BKPM di KEK Kawasan Industri Kendal, menyambut positif adanya tren pertumbuhan perekonomian di sektor perindustrian ditengah Pandemi Covid-19 yang terus bergairah. Terbukti banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang tengah masuk proses konstruksi bangunan untuk real estate maupun pabrik masih berlangsung yang menyerap cukup banyak tenaga kerja.

“Adanya KEK tersebut bisa mengurangi angka pengangguran dan khususnya bagi perusahaan yang menanamkan modalnya di kawasan industri Kendal tersebut juga harus berkomitmen untuk menggandeng pelaku usaha mikro kecil dan menengah, sehingga UMKM lokal bisa sama-sama tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementrian Investasi dan BKPM Republik Indonesia Nurul Ichwan, KEK di Kawasan Industri Kendal tersebut masuk dalam kategori strategis. Namun masih harus ada infrastruktur yang harus dibangun lagi untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana yang lebih lengkap, sehingga akan memotong biaya produksi lebih sedikit.

“Kabupaten Kendal sendiri mempunyai ekosistim yang cukup baik guna mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan, hal tersebut bisa dilihat ditengah Pandemi Covid-19, para investor asing ramai-ramai menanamkan modalnya di KEK Kawasan Industri Kendal,”ungkapnya.

Adanya pertumbuhan investasi dengan bertambahnya tenant dari PMA tersebut membuktikan Kawasan Ekonomi Khusus tersebut sangat pontesial sehingga akan terus dilirik oleh para pengusaha besar dalam negeri maupun manca negara berbondong-bondong menanamkan modalnya di KIK tersebut.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here