Beranda Advetorial Ketergantungan Gadget Pada Anak Sekolah Dasar

Ketergantungan Gadget Pada Anak Sekolah Dasar

381
0

Abstract. Technological developments are increasingly sophisticated and developing. This causes various influences on human life patterns, both patterns of thought and behavior. One of the technological developments that affect the human mind is gadgets. Gadgets are media used as a means of modern communication. The purpose of this study is to describe the impact of gadgets on children’s development. Dependence on gadgets in children is caused by the long duration of using gadgets. Excessive use of gadgets in children will have a negative impact because it can reduce their concentration and increase their dependence on being able to do things that they should be able to do on their own. However, technological advances can also help children’s creativity if their use is balanced with children’s interactions with the surrounding environment and the use of gadgets is returned to its original function, namely for communication as well as a learning tool to increase knowledge.

Abstrak.

Perkembangan teknologi semakin canggih dan berkembang. Hal ini menyebabkan berbagai  pengaruh pola  hidup  manusia  baik  pola  pikir  maupun  perilaku.  Salah  satu  perkembangan  teknologi  yang mempengaruhi pikiran manusia adalah gadget. Gadget adalah media yang digunakan sebagai sarana komunikasi modern.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak gadget terhadap perkembangan anak Kertergantungan  terhadap  gadget pada  anak  disebabkan  karena  lamanya durasi  dalam  menggunakan  gadget.    Penggunaan  gadget yang berlebihan pada anak akan berdampak negatif karena dapat menurunkan daya konsentrasi dan meningkatkan ketergantungan  anak  untuk  dapat  mengerjakan  berbagai  hal  yang semestinya  dapat  mereka  lakukan  sendiri. Namun  kemajuan teknologi  juga dapat membantu daya kreatifitas anak jika pemanfaatannya diimbangi dengan interaksi anak-anak dengan lingkungan sekitarnya dan penggunaan  gadget dikembalikan pada fungsi awal, yaitu  untuk  komunikasi  sekaligus  sebagai  sarana  belajar  untuk menambah  ilmu  pengetahuan

Kata-kata kunci: gadget 1, kecanduan gadget 2, dampak gadget

Pendahuluan

Teknologi  berkembang  dengan  pesat sesuai  dengan  zamannya.  Salah  satu  bentuk teknologi yang beredar adalah  gadget. Gadget tidak  hanya  digunakan  oleh  kalangan  remaja dan  dewasa,  tetapi  juga  digunakan  oleh kalangan  usia  anak  sekolah.  Tahap pengenalan  gadget  pada  anak  usia  sekolah merupakan usia yang masih terlalu awal. Pada usia  sekolah,  permainan  anak  lebih disarankan  pada  permainan  fisik, keterampilan  intelektual,  fantasi  serta  terlibat dalam kelompok atau tim (Suherman, 2012). .

Pada  anak  usia  sekolah dasar  ini,  anak mengalami  perkembangan  dalam  tahap mengeksplor   dan  berinteraksi  langsung dengan  lingkungan  sekitarnya.  Anak  usia dini  biasanya  cenderung  senang  dengan hal-hal yang baru yang didapatnya melalui aktivitas  bermain.  Tidak  jarang  pula  anak bermain  dan  memuaskan  rasa  penasaran mereka  melalui  gadget,  karena  gadget merupakan  hal  yang  menarik  bagi  mereka apalagi  ditambah  dengan  aplikasi  game online yang terdapat pada gadget, sehingga kebanyakan  dari  mereka  menghabiskan waktu  seharian  untuk  bermain  gadget. Padahal anak seusia mereka harus bermain dan  berbaur  dengan  teman-teman sebayanya.

Dewasa ini sering sekali kita menemukan pemanfaatan Gadget menjadi salah satu jalan pintas orang tua dalam pendamping sebagai pengasuh  bagi  anaknya.  Dengan  berbagai  fitur  dan  aplikasi  yag menarik mereka memanfaatkannya untuk menemani anak agar orang tua dapat menjalankan aktifitas dengan tenang, tanpa khawatir anaknya keluyuran, bermain kotor, berantakin rumah, yang akhirnya membuat rewel dan mengganggu aktifitas orang tua. Anak dengan lihai dapat  mengoperasikan gadget  dan  fokus  pada  game  atau  aplikasi  lainnya. Orang    tua  belakangan  ini  banyak  yang beranggapan gadget mampu menjadi  teman  bermain  yang  aman  dan  mudah dalam  pengawasan.Sehingga peran orang tua sekarang sudah tergantikan oleh gadget yang seharusnya menjadi teman bermain

.Sebenarnya Gadget tidak  hanya  menimbulkan  dampak  negatif  bagi  anak,  karena  juga  ada  dampak  positif,  diantaranya  dalam  pola pikir anak yaitu mampu membantu anak dalam mengatur kecepatan bermainnya,  mengolah  strategi  dalam  permainan,  dan  membantu meningkatkan kemampuan otak kanan anak selama dalam pengawasan yang baik. Akan tetapi dibalik kelebihan tersebut lebih dominan pada dampak negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Salah satunya adalah radiasi dalam  gadget yang dapat merusak jaringan syaraf dan  otak  anak  bila  anak  sering  menggunakan  gadget.  Selain  itu,  juga dapat  menurunkan  daya  aktif  anak  dan  kemampuan  anak  untuk berinteraksi  dengan  orang  lain.  Anak  menjadi  lebih  dividual  dengan zona nyamannya bersama  gadget sehingga kurang memiliki sikap peduli terhadap teman bahkan orang lain

Pembahasan

1.Pengertian Gadget

Gadget  adalah  media  yang  dipakai sebagai  alat  komunikasi  modern.  Gadget semakin  mempermudah  kegiatan komunikasi  manusia.  Kini  kegiatan komunikasi  telah  berkembang  semakin lebih  maju  dengan  munculnya  gadget. Gadget  adalah  perangkat  elektronik  kecil yang memiliki fungsi khusus. Diantaranya smartphone  seperti  iphone  dan  android dan  internet.Novitasari  (2016)  menyatakan  bahwa media  memungkinkan  seseorang  untuk melakukan  sebuah  interaksi  sosial, khususnya  untuk  kontak  sosial  maupun berkomunikasi  satu  dengan  yang  lainnya tidaklah  susah,  hanya  dengan menggunakan  gadget  seseorang  dapat berinteraksi  satu  dengan  lainnya.  Gadget menurut  kamus  berarti  perangkat elektronik  kecil  yang  memiliki  fungsi khusus. Gadget merujuk pada suatu peranti atau instrument kecil yang memiliki tujuan dan  fungsi  praktis  spesifik  yang  berguna (Castelluccio, Michael. 2007).

Anak usia di bawah delapan tahun di dunia sebanyak 72 persen anak sudah mulai menggunakan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan ipod sejak tahun 2013, dimana mayoritas anak usia 2 tahun lebih suka menggunakan tablet atau smartphone setiap harinya. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2011 yang masih di angka 38 persen (Fajriana, 2015, h1). Survei yang dilakukan eMarketer didapatkan data pengguna gadget meningkat secara signifikan  di Indonesia dan  diprediksikan masuk empat besar populasi pengguna gadget terbesar di dunia pada tahun 2016. EMarketer juga memproyeksikan bahwa pada 2016 hingga 2019 pengguna smartphone di Indonesia akan terus bertambah, tahun 2017 diperkirakan terdapat 74,9 juta pengguna (Riadi, 2015). Meningkatnya jumlah pengunaan gadget akan meningkatkan angka kecanduan gadget. Kecanduan gadget akan meningkatkan prevalensi resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas karena kecanduan gadget mempengaruhi pelepasan hormon dopamin yang berlebihan sehingga menyebabkan penurunan kematangan Pre Frontal  Cortex (PFC) (Paturel, 2014, h33-34). Hal ini di dukung dengan penelitian sebelumnya yang disitasi oleh Tufail, Khan dan Saleem (2015, h71)

2.Dampak Penggunaan Gadget bagi  Perkembangan Anak

Sering  kita  temui  orang  tua  membelikan  gadget yang  canggih dengan  model  yang  sesuai  dengan  keinginan  anak.  Orang  tua  yang memiliki  karir  di luar  rumah  gadget digunakan  untuk  memantau akatifitas  dan  berkomunikasi  dengan  anak  yang  ada dirumah.sedangkan  ibu  yang  stanbay  dirumah  membelikan  gadget bertujuan untuk mengalihkan perhatian si anak agar tidak menganggu aktifitas  ibu  dalam  mengerjakan  pekerjaan  rumah  tangga.  Awalnya tujuan mereka berhasil, untuk komunikasi dan sebagai pengalih perhatian. Namun  lama-kelamaan  anak  akan  bosen  dan  lebih  aktif  untuk mencoba  fitur  serta  aplikasi  lain  yang  lebih  menarik.  Dimualai  dari sinilah,  anak  akan  lebih  terfokus  pada  gadgetnya  dan  mulai meninggalakan dunia bermain mereka. Anak akan lebih individuali dan tidak peka terhadapa lingkungan sekitarnya. Penggunaan gadget yang berlebihan akan berdampak buruk bagi anak.  Anak  yang  menghabiskan  waktunya  dengan  gadget akan  lebih emosional,  pemberontak   karena  merasa  sedang  diganggu  saat  asyik bermain game. Malas mengerjakan rutinitas sehari-hari. Bahkan untuk makanpun harus disuap, karena sedang asyik menggunakan  gadgetnya. Lebih  mengakhawatirkan  lagi,  jika  mereka  sudah  tidak  tengok  kanan kiri  atau  mempedulikan  orang  disekitarnya,bahkan  menyapa  kepada orang yang lebih tuapun enggan.

Ada  beberapa  dampak  negatif  karena  berlebihan  dalam penggunaan  gadget pada  perkemebangan  anak  yang  membuat  anak menjadi ketagihan atau kecanduan. Diantaranya adalah

  1. Waktu terbuang sia-sia.

Anak-anak akan sering lupa waktu ketika sedang  asyik  bermain  gadget.  Mereka  membuang  waktu  untuk aktifitas yang tidak terlalu penting, padahal waktu tersebut dapat dimanfaatkan  untuk  aktifitas  yang  mendukung  kematangan berbagai aspek perkembangan pada dirinya.

  1. Perkembangan otak.

Terlalu lama dalam penggunaan  gadget dalam seluruh aktifitas sehari-hari akan menganggu perkembangan otak. Sehingga  menimbulkan  hambatan  dalam  kemampuan  berbicara  ( tidak  lancar  komunikasi),  serta  menghambat  kemampuan  dalam mengeskpresikan pikirannya.

  1. Banyaknya fitur atau aplikasi yang tidak sesuai dengan usia anak, miskin akan nilai norma, edukasi dan agama.
  2. Menganggu kesehatan.

Semakin  sering  menggunakan  gadget akan menganggu  kesehatan  terutama  pada  mata.  Selain  itu  akan mengurangi  minat  baca  anak  karena  terbiasa  pada  objek bergambar dan bergerak.

  1. Menghilangkan ketertarikan  pada  aktifitas  bermain  atau melakukan  kegiatan  lain.

Ini  yang  akan  membuat  mereka  lebih bersifat individualis atau menyendiri. Banyak dari mereka di akhir pekan digunakan untuk bermain gadge tketimbang bermain dengan teman bermain untuk sekedar bermain bola dilapangan.

  1. Sulit Konsentrasi Pada Dunia Nyata.

Rasa  kecanduan  atau  adiksi  pada  gadget akan  membuat  anak mudah  bosan.  gelisah  dan  marah  ketika  dia  dipisahkan  dengan gadge tkesukaannya. Ketika anak merasa nyaman bermain dengan gadget kesukaannya  dia  akan  lebih  asik  dan  senang  menyendiri memainkan  gadget tersebut.  Akibatnya  anak  akan  mengalami kesulitan  beriteraksi  dengan  dunia  nyata  berteman  dan  bermain dengan teman sebaya.

  1. Terganggunya Fungsi PFC

Kecanduan  teknologi  selanjutnya  dapat  mempengaruhi perkembangan  otak  anak.  PFC  atau  Pre  Frontal  Cortex adalah bagian didalam otak yang mengotrol emosi. kontrol diri. tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. Anak yang  kecanduan  teknologi  seperti  games  online  otaknya  akan memproduksi  hormon  dopamine  secara  berlebihan  yang mengakibatkan fungsi PFC terganggu.

  1. Introvert

Ketergantungan terhadap gadgetpada anak-anak membuat mereka menganggap  bahwa  gadget itu  adalah  segala-galanya  bagi  mereka. Mereka  akan  galau  dan  gelisah  jika  dipisahkan  dengan  gadget tersebut.

Penggunaan  gadget yang berlebihan pada anak akan berdampak negatif karena dapat menurunkan daya konsentrasi dan meningkatkan ketergantungan  anak  untuk  dapat  mengerjakan  berbagai  hal  yang semestinya  dapat  mereka  lakukan  sendiri.  Dampak  lainnya  adalah semakin  terbukanya  akses  internet  dalam  gadget yang  menampilkan segala  hal  yang  semestinya  belum  waktunya  dilihat  oleh  anak-anak. Banyak  anak  yang  mulai  kecanduan  gadget dan  lupa  bersosialisasi dengan  lingkungan  sekitarnya yang  berdampak  psikologis  terutama krisis percaya diri juga pada perkembangan fisik anak.

Seharusnya penggunaan  gadget dikembalikan pada fungsi awal, yaitu  untuk  komunikasi  sekaligus  sebagai  sarana  belajar  untuk menambah  ilmu  pengetahuan.  Anak  dituntun  untuk  lebih  kreatif. Dengan  adanya  media  visual  dan  audio  maka  anak-anak  bisa berimajinasi dan biasanya lebih tertarik. Misalnya anak browsing buku bacaan  yang  diinginkan  dan  nantinya  anak-anak  ingin  mengetahui banyak  tentang  buku  bacaan  yang  ada.  Dan  ini  bisa  menarik  minat baca anak-anak. Namun praktiknya tidak demikian. Kebanyakan  gadget untuk  menemani  anak. dan  orangtua  membiarkan  anak  lebih  mementingkan  gadget supaya tidak  menganggu.  Mengontrol  setiap  konten  yang  ada  di  gadget anak merupakan  salah  satu  cara  yang  efektif.  Lebih  sering  mengajak  anak untuk berdiskusi,  tanya  jawab  dalam  waktu  luang.  Bermain  bersama atau  hanya  sekedar  bercanda  disel-sela  aktifitas  yang  padat.  Selama waktu  itu  anak  bisa  meniru  tingkah  laku  orang  dewasa. mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitasnya.

3.Pengawasan Orangtua dalam Penggunaan Gadget

Pertama,  berikan  kesempatan  pada  anak  untuk  belajar mengggunakan gadget untuk belajar dan berinteraksi sejak dini. Karena penggunaan  gadget pada  saat  ini  adalah  sesuatu  yang  tidak  dapat dihindari  pada  saat  ini  dan  pada  masa  yang  akan  datang.  Kemudian jelaskan  bahwa  gadget mempunyai  efek-efek  tertentu  terhadap penggunanya.  Termasuk  efek  fisik  pada  seseorang.

Kedua,  pilihlah  aplikasi  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  anak-anak. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Semua permainan, sosial  media,  video    semua  harus  melewati  pengawasan  orangtua. Sebab  unsur  kekerasan  dan  pornografi  rentan  terjadi  atau  mudah didapatkan pada konten  tersebut di atas. Berikan penjelasan secara bijak setiap fungsi dari konten yang ada pada  gadget. Anak-anak akan bisa menerima penjelasan sebelum mereka asik dengan gadget nya. Anak-anak  mampu  memahami  bahwa  dengan  gadget kita  bisa berinteraksi seperlunya baik dengan sesama anggota keluarga ataupun dengan  warga  sekitar  lingkungan.  Semua  komunikasi  tersebut  bisa menggunakan sosial media yang selama ini digunakan. Orang tua harus memberikan secara jelas dan rinci tentang penggunaan setiap software. Orang tua harus lebih tau tentang semua konten yang ada pada  gadget anak-anaknya.

Ketiga,  tempatkan  gadget di  ruang  umum.  Kadang  orang  tua merasa  bangga dengan  dapat  meletakkan  gadget dalam  kamar  anak mereka.  Hal  ini  sebenarnya  membahayakan  karena  orangtua  susah memantau kegiatan anaknya dalam menggunakan gadget. Pilihkan kursi atau  meja  yang  nyaman  untuk  bermain  gadget.  karena  kebiasaan bermain gadgetdengan posisi tidur tidak baik untuk kesehatan mata.

Keempat,  mengatur  durasi  penggunaan  gadget.  Jangan  biarkan anak-anak asik dengan  gadget. Semua sarana ini memang mengasikkan hingga  anak-anak  lupa  waktu.  Untuk  itu  orangtua  harus  bisa menegaskan  batas  waktu  penggunaan  gadget pada  anak-anaknya. Kemudian  orang  tua  selalu  membangun  interaksi  yang  baik  dengan anaknya.  Kemudian  orangtua  memberikan  contoh  penggunaan  gadgetsecara  positif.  Karena  setiap  anak  yang  hingga  kini  mahir menggunakan  gadgetpada awalnya mencontoh pada oraOrang tua bisa memberikan contoh yang baik dalam menggunakan gadge tsejak awal.

Kelima,  bantu  agar  anak-anak  dapat  membuat  keputusan sendiri. Kadang anak ingin menciptakan suasana yang baru tetapi tidak berani berkomunikasi dengan orang tua. Di sini orang tua harus selalu mengajak  diskusi  bahkan  mengajak  bercerita  supaya  anak  bisa menampilkan  atau  berkreasi  dengan  ide-ide  yang  ada  di  pikirannya. Tanamkan  pula  rasa  takut  terhadap  Tuhan  sehingga  jika  tidak  ada orang tua dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukan. Dan hal ini bisa membuat anak membuat keputusan sendiri tanpa berfikir yang tidak baik

Simpulan dan Saran

Simpulan

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan  barang-barang  yang diperlukan  bagi  kelangsungan  dan kenyamanan  hidup manusia.  Salah  satu perkembangan  teknologi  yang  sangat mempengaruhi  pola  pikir  manusia  adalah gadget. Gadget adalah media yang dipakai sebagai  alat  komunikasi  modern.  Gadget semakin  mempermudah  kegiatan komunikasi  manusia.  Kini  kehidupan  sosial  anak-anak  lebih  terpengaruh  oleh teknologi.  Lebih  sering  anak  usia  dini  berinteraksi  dengan  gadget dan juga  dunia  maya  mempengaruhi  daya  pikir  anak  terhadap  sesuatu  di luar hal tersebut, ia juga akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena  kurangnya  interaksi  sosial.  Namun  kemajuan teknologi  juga dapat membantu daya kreatifitas anak jika pemanfaatannya diimbangi dengan interaksi anak-anak dengan lingkungan sekitarnya. Mereka tahu bagaimana  cara  memanfaatkan  teknologi  untuk  memuaskan  hasrat bermain mereka

Saran

Keluarga disarankan untuk lebih memperhatikan penggunaan gadget pada anak saat dirumah dengan cara memberikan batasan waktu untuk bermain gadget pada anak, mengalihkan perhatian anak dengan dengan melakukan hal yang menarik seperti mengajak bermain anak bermain diluar rumah, ajak anak untuk lebih banyak beraktivitas (olahrga, bermain musik, dll), dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.Hal  ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan dalam memberikan tindakan promotif dan preventif yang lebih baik untuk mengurangi kecanduan Gadget.

Daftar Pustaka

Pebriana, P. H. (2017). Analisis penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini1(1), 1-11.

Ernawati, W. (2015). Pengaruh penggunaan gadget terhadap penurunan tajam penglihatan pada anak usia sekolah (6-12 tahun) di SD Muhammadiyah 2 Pontianak Selatan. Jurnal Proners3(1).

Syifa, L., Setianingsih, E. S., & Sulianto, J. (2019). Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Psikologi pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar3(4), 538-544.

Putri, D. P. (2018). Pendidikan Karakter pada anak sekolah dasar di era digital. AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar2(1), 37-50.

Setianingsih, S. (2018). Dampak penggunaan gadget pada anak usia prasekolah dapat meningkatan resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Gaster16(2), 191-205.

Chusna, P. A. (2017). Pengaruh media gadget pada perkembangan karakter anak. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan17(2), 315-330.

Asif, A. R., & Rahmadi, F. A. (2017). Hubungan tingkat kecanduan gadget dengan gangguan emosi dan perilaku remaja usia 11-12 tahun (Doctoral dissertation, Faculty of Medicine).

Iswidharmanjaya, D. (2014). Bila Si Kecil Bermain Gadget: Panduan bagi orang tua untuk memahami factor-faktor penyebab anak kecanduan gadget (Vol. 1). Bisakimia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here