Beranda Headline Kawasan Pemukiman Celong Diterjang Banjir Bandang Lumpur Imbas Proyek KITB

Kawasan Pemukiman Celong Diterjang Banjir Bandang Lumpur Imbas Proyek KITB

548
0

BATANG, seputarkendal.com – Diguyur hujan kurang dari satu jam, kawasan pemukiman Pantai Celong, Dukuh Mangunsari Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang, Rabu (05/05). Material air bercampur lumpur yang terbawa air sisa hujan yang bersumber dari kawasan proyek strategis nasional kawasan industri terpadu batang (KITB) tersebut, membanjiri tempat ibadah, madrasah, dan puluhan rumah warga. Mirisnya lagi anak-anak terpaksa turun tangan untuk membersihkan sendiri lumpur yang menggenangi lantai dan jalan.

Seperti inilah video amatir milik salah seorang warga yang tinggal di lokasi bencana banjir bandang air bercampur lumpur dari proyek pembukaan lahan kebun karet milik PTPN IX Siluwok Subah untuk kawasan industri. Air dari perbukitan sisi selatan tersebut, sekira Selasa (04/05) malam dengan derasnya langsung masuk ke kompleks pemukiman kampung nelayan Pantai Celong dengan ketinggian hingga sepinggang orang dewasa atau sekitar 60 centimeter.

Banjir lumpur tersebut sempat menggenangi tempat belajar madrasah, rumah ibadah mushala dan puluhan rumah warga. Meski para petugas dari proyek sudah dikerahkan, namun masih kurang dimaksimalkan dan terpaksa anak-anak terjun dan gotong royong bersama-sama membersihkan tempat belajarnya yakni taman pendidikan Alquran, karena material lumpur masih menutupi lantai.

“Ya disini merupakan tempat belajar sekolah madin, dirinya dan rekanya yang lain harus segera membersihkan lumpur sisa banjir bandang yang menerjang kampung nelayan tersebut,” tutur Faisal.

Sementara itu menurut salah seorang warga Dukuh Mangunsari RT 2 RW 2 Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih menceritakan awal kronologi terjadinya banjir bandang campur tanah. Sebelumnya adanya proyek kawasan industri terpadu batang (KITB) tidak pernah terjadi banjir separah ini, bahkan sejak Januari lalu hingga kini sudah ke tujuh kalinya banjir kerap menerjang kompleks pemukiman warga Pantai Celong tersebut. Lantaran petugas dari proyek tidak
maksimal dalam membersihkan lumpur sisa banjir, anak-anak terpaksa turut membantu membersihkan tanah yang terbawa air.

“Dari pihak penanggung jawab proyek dalam hal ini PP dan managemen KITB sempat menjanjikan untuk membantu membangunkan sodetan air, namun hingga banjir terulang kesekian kalinya, harapan tersebut belum terealisasi dengan jelas,”ungkapnya.

Proyek strategis nasional pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang atau saat ini dikenal dengan Grand Batang City, dengan membuka lahan perbukitan milik PTPN IX Siluwok dari tanaman jenis karet kini berubah menjadi lahan industri tidak diimbangi penanganan saluran air dengan baik, bisa dipastikan kejadian serupa bakal terus terulang dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat terdampak khususnya di sisi utara proyek seperti Celong dan Plabuan.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here