Beranda Headline Jelang Pilkades-Pilkada, Makam Kuno Ramai Peziarah

Jelang Pilkades-Pilkada, Makam Kuno Ramai Peziarah

50
0
MAKAM KUNO - Sejumlah warga menyaksikan makam kuno batu karang di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon tadi pagi (3/12).

KENDAL, seputarkendal.com – Penemuan makam kuno di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon mulai menarik perhatian. Makam yang dikenal dengan sebutan Batu Karang ini kini lebih ramai dikunjungi peziarah. Menjelang pilkades dan pilkada 2020, jumlah peziarah diperkirakan meningkat tajam.

Para peziarah tak hanya dari Kendal tapi juga luar daerah. Berdasarkan data di buku tamu yang disediakan warga, peziarah ada yang berasal dari Kudus, Jepara, Madura, Palembang dan Sumatera. Akses jalan menuju makam juga mulai diperbaiki dengan diurug menggunakan tanah padas.

Kasi Pemerintahan Desa Kumpulrejo Chumaidi mengaku jumlah peziarah mulai mengalami peningkatan jelang pilkades dan pilkada. Peziarah yang datang biasanya mengalami peningkatan pada Kamis sore atau malam Jumat.

“Ya ada peningkatan jumlah pada hari-hari itu untuk berziarah ke makam ini,” ujar Chumaidi di lokasi makam.

Chumaidi mengaku untuk menjaga kondisi makam pihak pemerintah desa sudah memasang pengumuman larangan mengambil benda-benda di sekitar makam. Sebab lokasi makam sudah masuk dalam cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Dia menceritakan pernah salah satu peziarah datang ke makam mengambil serpihan batu makam. Namun saat di rumah peziarah tersebut bermimpi dan disuruh mengembalikan serpihan batu makam itu. Akhirnya serpihan batu tersebut dikembalikan ke lokasi semula.

“Makanya kami imbau peziarah tidak mengambil benda apa pun di sekitar makam,” ujar Ketua PPDI Kendal ini.

Lebih lanjut Chumaidi mengatakan berdasarkan perkiraan makam tersebut dibuat pada 1600-1700 Masehi.

Sementara penemu makam Catur mengaku tidak mengira menemukan makam kuno tersebut. Penemuan makam itu secara tidak sengaja terjadi pada 22 Juni lalu. Saat itu dia sedang mencangkul di lahan kebun miliknya untuk ditanami pohon sawo.

“Sore hari ketika hampir selesai mencangkul tiba-tiba cangkul mengenai batu nisan,” ujar Catur.

Batu nisan yang terkena cangkul berada di bagian utara. Dia mengaku baru menemukan makam yang terbuat dari batu karang itu saat menggali tanah dengan kedalaman 1,01 meter. Setelah penemuan makam itu ada tiga makam kuno lainnya yang berhasil ditemukan. Letaknya berjarak sekitar 25 meter dari makam pertama. (nal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here