Beranda Ekonomi Jelang Idul Adha Harga Tomat – Wortel Naik 300 Persen

Jelang Idul Adha Harga Tomat – Wortel Naik 300 Persen

232
0

BATANG, seputarkendal.com – Ditengah pelaksanaan PPKM Darurat dan Jelang hari raya idul kurban tahun 1442 Hijriyah, sejumlah kebutuhan pokok jenis sayur mayur saat ini harganya tengah melambung tinggi, khususnya tomat naik 300 persen atau tiga kali lipat dari harga normalnya. Hal tersebut karena pasokan sedikit namun kebutuhan meningkat signifikan, Senin (19/07).

Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Plelen Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hampir semua jenis sayur mayur jelang hari raya Idul Adha saat ini mengalami tren kenaikan yang signifikan. Kenaikan harga terjadi pada kubis dari sebelumnya hanya Rp 5.000 kini menjadi Rp 7.000 perkilogram, daun muncang dari harga Rp12.000 per ikat kini menjadi Rp14.000, kacang panjang dari Rp 5.000 menjadi Rp7.500 per ikatnya.

Daun caesin mengalami penurunan harga Rp1.000 atau dari Rp5.000 menjadi Rp4.000 per ikatnya, sementara daun kangkung dan bayem stabil yakni Rp 3.000 dan Rp 4.000 per ikatnya.

Khusus sayuran jenis tomat jelang lebaran haji ini terjadi perubahan harga 3 kali lipat atau sekitar 300 persen dibanding hari biasanya, yakni mencapai Rp 20.000 perkilogramnya, dari sebelumnya hanya dikisaran Rp5.000 sampai Rp6.000. Hal tersebut menjadikan para warga seperti Murni, terpaksa harus mengurangi jumlah belanja tomat meski banyak dibutuhkan saat pelaksanaan idul kurban.

“Dari biasanya belanja tomat 1 kilo gram, namun sejak adanya pelaksanaan PPKM Darurat dan mendekati hari raya Idul Adha, mempengaruhi terjadinya tren kenaikan harga, sehingga hanya bisa belanja 3 butir tomat atau paketan dengan sayur campuran yang lebih murah,” terangnya.

Sementara itu salah satu pedagang sayur mayur, Kemisah mengatakan, kenaikan harga yang terjadi saat ini dipengaruhi tren perkembangan pasar khususnya harga Tomat mengalami perubahan harga mencapai Rp 20.000 perkilogram dan wortel dari sebelumhya dikisaran Rp 6.000 kini mencapai Rp 10.000 perkilogramnya. Hal tersebut karena proses pengiriman juga mengalami kendala adanya penyekatan, sehingga mempengaruhi pasokan di lapangan.

“Tren kenaikan harga sangatlah dipengaruhi oleh kurangnya suplai ditengah kebutuhan meningkat khususnya mendekati hari raya Idul Kurban, yang disitu masyarakat banyak membutuhkan untuk merayakan pesta lebaran dengan membakar sate secara bersamaan,”jelasnya.

Diperkirakan harga sayur mayur tersebut bakal terus mengalami tren kenaikan harga dan menyusul kebutuhan pokok lainnya. Warga berharap peran dinas terkait dalam hal ini Disperindagkop UMKM Pemerintah Kabupaten Batang, untuk segera melakukan operasi pasar guna mengintervensi harga.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here