Beranda Headline Gunakan Teknologi Scada Air Baku KITB Bisa Langsung Diminum

Gunakan Teknologi Scada Air Baku KITB Bisa Langsung Diminum

186
0

BATANG – seputarkendal.com – Krisis air bersih nampaknya sudah tidak lagi dikawatirkan, pasalnya, dengan menggunakan tekhnologi sistem Scada, pengolahan air kotor menjadi layak minum kini mulai diterapkan diberbagai daerah, khususnya IPA yang direncanakan untuk mensuplli tenant, di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Instalasi Pengolahan Air yang menghabiskan anggaran ratusan miliar tersebut, mampu memproduksi air 285 liter perdetik untuk penggunaan di tahap I, seluas 450 hektare Proyek Strategis Nasional KITB dengan kualitas standar air minum, Senin (18/09).

Penyediaan air bersih layak minum yang digarap kontraktor PT Duta Rama- dan PT Gala Karya KSO sejak 2021 untuk mendukung Proyek Strategis Nasional KITB yang berlokasi di Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, saat ini sudah selesai dan siap beroperasi. Dengan dukungan air baku yang bersumber dari sungai Urang paket 1 dan 2 berbentuk embung atau reservoir berkapasitas daya tampung air 1 juta meter kubik, Instalasi Pengelolaan Air, IPA menggunakan APBN Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana BPPW Jawa Tengah, sebesar Rp 166 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum Wilayah I BPPW Jawa Tengah Ika Woro mengatakan, progres konstruksi instalasi pengolahan air di Kawasan Industri Terpadu Batang dengan kapasitas 285 meter kubik perdetik, yang ditujukan untuk melayani fase 1 seluas 450 hektare dengan anggaran multy years atau 3 tahun anggaran. Untuk sumber air baku yang bersumber dari Sungai Urang Adinuso Subah tersebut memenuhi syarat, dengan kualitas air bagus, dan bisa langsung di minum.

“IPA yang saat ini ada sudah siap beroperasi nantinya dari Kementerian PUPR diserahkan Kementerian BUMN dalam hal ini ke pengelola kawasan sebagaimana penyertaan modal pemerintah di PSN,”katanya.

Sementara itu Pilot Manager PT Duta Rama-PT Gala Karya KSO, Ainurofiq menjelaskan, dalam pembangunan instalasi pengolahan air baku untuk bisa menjadi air layak konsumsi menggunakan tekhnologi sistem Scada. Dengan menggunakan teknologi tersebut, air keruh dari sungai maupun air limbah nantinya diolah di tempat pengolahan yang melewati proses beberapa tahap tersebut, bisa berubah menjadi jernih dan layak konsumsi.

“Selain bisa mendapatkan air bersih dan aman dikonsumsi, teknologi scada tersebut juga membuat operasional pendistribusian semakin canggih dan praktis, dikarenakan operator hanya duduk di ruang kendali dengan mengaturnya berbasis website,”jelasnya.

Pemanfaat air bersih di instalasi pengolahan air yang sudah selesai tersebut dikhususkan untuk melayani tenant yang berada di fase satu untuk 450 hektare, selanjutnya untuk menyuplai seluas 4500 hektare tersebut, akan ada tahap II dengan sumber air dari sungai yang berbeda di sekitar kawasan industri PSN yang menggunakan lahan PTPN IX Siluwok Gringsing.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here