Beranda Headline Geram Kerap Kebanjiran Lumpur Proyek, Warga Rusak Kantor KITB

Geram Kerap Kebanjiran Lumpur Proyek, Warga Rusak Kantor KITB

734
0

BATANG, seputarkendal.com – Geram lantaran desanya kerap mendapatkan kiriman banjir bandang yang membawa material tanah dari proyek strategis nasional (PSN), puluhan warga Celong Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, merusak fasilitas dan kantor milik KITB. Emosi warga sudah tak terbendung lagi dikarenakan sejak adanya kegiatan tersebut pemukiman kampung nelayan menjadi korban, bahkan mengancam keberlangsungan hidup para nelayan, Kamis (13/05).

Seperti inilah lokasi kantor merah putih milik Kawasan Industri Terpadu Batang yang dirusak oleh warga yang geram terhadap pihak KITB yang dinilai tidak memperhatikan dampak dari pembukaan lahan proyek ke kawasan pemukiman kampun nelayan pantai Celong dukuh Mangunsari Desa Kedawung Kecamaatan Banyuputih. Para warga yang sudah kesal lantaran kampungnya kerap ditejang banjir bandang yang membawa material tanah dari perbukitan, emosi dan merusak kantor tersebut.

Puluhan warga merusak kantor yang biasa digunakan para staf dan karyawan hingga kaca-kaca pecah dan bangunan yang terbuat dari baja ringan tersebut rusak. Insiden perusakan tersebut terjadi pasca terjadinya banjir bandang paling parah setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang sekitar 30 menit, namun air bercampur lumpur langsung merendam jalan hingga bagian dalam rumah. Lantaran saking derasnya bahkan pagar depan rumah milik warga bernama Wahidi jebol tak kuat menahan beban.

Salah seorang warga yang berada disekitar lokasi pengerusakan kantor milik Kawasan Industri Terpadu Batang, tersebut Sumari menuturkan dengan Bahasa Jawa yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, bangunan tersebut semalam dirusak oleh warga hingga semua kaca jendela pecah.

“Kantor dan warung makan yang berada disampingnya Selasa (11/05) malam dirusak oleh warga, kaca hancur hingga penutup bagian depan tidak ada,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, melalui Sekretaris Desa, Kusno saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya aksi perusakan yang dilakukan oleh warganya. Hal tersebut karena sebagai bentuak pelampiasan kemarahan warga yang sudah tak terbendung lagi, melihat pihak manajemen Kawasan Industri Terpadu Batang tidak serius dalam menangani bencana banjir bandang yang disebabkan adanya aktivitas proyek tersebut.

“Wajar saja kalau warganya yang berjumlah sekitar 25 orang tersebut merusak kantor KITB, dan pagar serta papan proyek banyak dirobohkan, karena sudah tidak bisa lagi menahan penderitaan lantaran rumah dan desanya kerap mendapatkan kiriman banjir bandang yang membawa material tanah, namun masih kurang mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.

Setidaknya sebanyak 25 rumah yang menjadi langganan banjir lumpur imbas cut and fill kawasan Industri Terpadu Batang tersebut, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setiap kali banjir. Padahal sebelum adanya kegiatan pembukaan lahan untuk kawasan industri tidak pernah merasakan banjir seperti saat ini yang terjadi.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here