Beranda Ekonomi Demi Mendapatkan Solar, Nelayan Sampai Tidur di SPBN Tawang Nunggu Jatah 3...

Demi Mendapatkan Solar, Nelayan Sampai Tidur di SPBN Tawang Nunggu Jatah 3 Hari Sekali

38
0

KENDAL, seputarkendal.com – Nelayan di pantai utara Jawa saat ini semakin menderita, pasalnya ditengah pelaksanaan kebijakan Pemerintah Pusat dengan menaikan harga bahan bakar minyak, pasokan juga semakin sulit dengan alasan adanya pengurangan suplai dari Pertamina. Akibatnya, para nelayan untuk mendapatkan BBM tersebut terpaksa harus berhari-hari dan bahkan ada yang sampai tiduran di SPBN Tawang Rowosari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, hanya demi mendapatkan 2 jerigen solar, Rabu (21/09).

Antrian panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan atau SPBN 48.513.01 dermaga muara Kali Kuto Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, masih terjadi. Tumpukan jerigen dan para nelayan yang diwakilkan para ibu rumah tangga tersebut, berebut jatah BBM bersubsidi yakni bio solar untuk mengoperasikan mesin perahu nelayan.

Ditengah kelangkaan solar diberbagai daerah di Indonesia khususnya bahan bakar untuk nelayan menjalankan kapalnya, para nelayan yang sebagian besar diwakilkan oleh istri atau keluarganya dalam mengantri, rela menunggu hingga berhari-hari. Tidak hanya mengantri dengan jerigen saja, mereka juga rela tiduran dari pagi sampai petang hari di emperan warung sekitar SPBN selama menunggu jatah BBM bersubdisi yang hanya 2 kali dalam sepekan, dengan menggunakan nomor antrean dari petugas setempat.

Waliyah dan Wati istri dari nelayan setempat mengaku terpaksa harus ikut antrian untuk menebus BBM solar, karena Suaminya untuk mengisi kekosongan waktu selama tidak melaut karena menunggu bahan bakar digunakan untuk memperbaiki peralatan perahu. Selain itu juga bisa buat istirahat, karena kalau ikut antri waktu terbuang dan mengakibatkan pikiran stres yang membuat tidak nyaman saat berangkat mencari ikan.

“Ya gimana lagi, sebagai suami istri kita bagi tugas, suami istirahat dan memperbaki peralatan melaut selama menunggu BBM, supaya kebagian jatah solar, mau tidak mau harus menunggu dan terpaksa tidur sampai nomor antrian dipanggil, kalau tidak begitu kuatir jatahnya diambil orang,”ujarnya.

Salah seorang nelaya muara Tawang, Sukardi terpaksa meluangkan waktunya supaya perahunya bisa jalan, harus ikut mengantri. Untuk jatah tiap nelayan berbeda, tergantung rekomendasi sesuai ukuran besar kecilnya kapal dan jumlah mesinnya, ada yang 40 liter, 60 hingga 70 liter.

“Meskipun ada jatah namun tidak bisa mencari ikan dengan maksimal karena sesuai jatah solar, melautpun mengikuti adanya bahan bakar yang hanya 2 kali dalam sepekan,”katanya.

Antrian bbm solar di spbun tawang rowosari kendal
Antrian bbm solar di spbun tawang rowosari kendal

Sementara itu, Admin SPBN Dermaga Tawang, Zaky Nur Komar dalam penyaluran BBM jenis solar ini, para nelayan harus memilik rekomendasi dari pihak terkait, dan menggunakan kupon atau girik dalam menebusnya, selama 2 sampai 3 hari sekali dalam seminggu. Sejak Agustus sampai September ini, DO dari Pertamina sendiri terus berkurang dari sebelum adanya kenaikan harga, yakni dari sebelumnya bisa sampai 32 tangki saat ini hanya 22 tangki dalam sebulan dengan kapasitas ukuran 16 ribu liter tiap bongkar.

“Supaya tidak terjadi penyalahgunaan dalam penyaluran, petugas mewajibkan nelayan dalam menebus jatah solar harus membawa surat rekomendasi dan menerima girik atau kupon antrian,”jelasnya.

Ribuan nelayan pantura Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kendal, terancam tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan dapur keluarganya, manakala masih terdapat kelangkaan dengan pembatasan belanja bahan bakar. Karena dalam seminggu saja, 600 an perahu kecil dan 50 an perahu besar hanya bisa melaut 2 kali, padahal seharusnya tiap hari harus berangkat mencari ikan, namun perahu tergantung adanya solar atau tidak.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here