Beranda Headline Belum Digunakan Bangunan Pasar Darurat Weleri Ambruk

Belum Digunakan Bangunan Pasar Darurat Weleri Ambruk

63
0

KENDAL, seputarkendal.com – Setidaknya 12 bangunan brak pasar darurat Weleri Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang berada di terminal bahurekso Kendal roboh setelah diterpa angin dari arah utara. Tidak ada korban jiwa, namun proyek senilai lebih dari Rp3 miliar tersebut, yakni semua brak yang terdiri dari 128 lapak rata dengan tanah, Rabu (14/09).

Pasar darurat Weleri Kendal yang berada di Terminal Bahurekso Kendal Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Selasa (14/09) sore roboh. Sedikitnya ada 128 lapak yang roboh terdiri dari 12 brak yang terbuat dari baja ringan.

Sementara saksi mata Ghasiyah mengatakan saat itu ada angin kencang dari arah utara. Tiba-tiba bangunan langsung ambruk. Setelah itu baru ada hujan dengan intensitas cukup lebat.

“Ya tiba-tiba datang angin dengan kecepatan tinggi langsung menghempas dan menghantam bangunan brak hingga ambruk,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhlisin koordinator terminal Bahurekso Kendal, sebelum ada hujan ada angin kencang karena brak bangunan pos pasar berdekatan sehingga ambruk satu yang lain ikut ambruk.
“Saat itu lagi ngobrol dan mendengar ada suara angin, kemudian brak tersebut yang tersapu angin pada ambruk,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Alfebian Yolando mengatakan, saat ini pasar darurat belum di tempati bahan bangunan tersebut masih dalam perawatan pihak pemenang lelang. Karena ini merupakan musibah yang tidak diinginkan, nantinya akan dikomunikasikan dengan pihak pemborong. Diakui untuk pondasi tidak ditanam sebab lokasi pasar darurat merupakan lahan milik Dishub sehingga tidak mungkin akan dibuat lubang tiap pondasi.

“Menurut perencanaan teknik sebenarnya pondasi tersebut mampu menopang atap baja ringan, namun karena ini angin yang tidak bisa dikendalikan atau bencana alam, jadi ini akan segera diperbaiki karena masih dalam perawatan pemborong,”ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan tersebut mengaku sudah melaporkan pada bupati dan wakil bupati jika kejadian tersebut murni bencana alam bukan ambruk karena kesalahan konstruksi bangunan.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here