Beranda Headline Bayi Usia 2 Bulan Tak Punya Anus Butuh Uluran Tangan

Bayi Usia 2 Bulan Tak Punya Anus Butuh Uluran Tangan

208
0

KAJEN, seputarkendal.com – Balita berusia 2 bulan di Kota Santri Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah lahir tanpa lubang anus mebutuhkan uluran tangan para dermawan. Orang tuanya yang hanya pekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu hanya cukup untuk makan sehari- hari tersebut, hingga kini belum ada yang perhatian baik dari pemerintah maupun pihak lain Kamis (29/04).

Seperti inilah suasana di rumah bayi yang lahir tidak mempunyai anus, Muhammad Maulana Arsyaq, yang lahir pada lahir dua bulan lalu dalam kondisi tanpa lubang anus. Kondisi tersebut baru diketahui orang tuanya dua hari pasca persalinan, saat balita ini memuntahkan kotoran dari mulutnya. Balita dari pasangan Nurhayati dan Casiran ini dalam kondisi sehat, namun saat ini orang tuanya masih kebingungan untuk biaya pengobatan sang anak yang mengharuskan tindakan dioperasi beberapa kali dirumah sakit RSUP Dr Kariadi Semarang.

Upaya pengobatan telah ditempuh melalui layanan di rumah sakit setempat, namun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi. Casiran sang ayah, bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk makan sekeluarga. Sementara tempat tinggal pun masih numpang di rumah orang tuanya.

Nurhati ibu bayi malang tersebut mengatakan, di Desa Coprayan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, pengajuan kartu indonesia sehat, KIS, ke oemerintah daerah setempat pun sudah dua bulan tak kunjung ada kabar. Bahkan dinas terkait hanya meminta mereka untuk menunggu. Operasi pertama sang bayi berhasil dilalui di RSUP Dr Kariadi untuk membuat lubang kolestum pada perut untuk pembuangan sementara. Menghabiskan biaya Rp75 juta bantuan dari lembaga sosial Lazismu.

“Orang tua Muhammad Maulana Arsyaq saat ini membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya operasi anak mereka yang diperkirakan menghabiskan biaya hingga Rp 200 juta,”pintanya.

Kepala Desa Coprayan, Mutofar yang datang saat itu mengatakan akan membantu agar kartu KIS segera aktif, dan juga akan mengimbau warganya agar bersedia donasi untuk biaya pengobatan sang balita ini.

“Kami selaku Pemerintah Desa terus melakukan upaya sebagaimana mestinya supaya bayi tersebut bisa segera terbantu mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Perhatian dari instansi terkait dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa membantunya. Di sisi lain keluarga berharap ada pihak dermawan yang terketuk hatinya bisa membantu mengurangi beban penderitaan sang bayi tersebut.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here