Beranda Headline Batang Darurat Sampah, TPA Randukuning Overload

Batang Darurat Sampah, TPA Randukuning Overload

254
0

BATANG, seputarkendal.com – Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang saat ini tengah menjadi buah bibir isu nasional masyarakat Indonesia, lantaran adanya proyek skala nasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) namun kini dihadapi dengan permasalahan sampah. Darurat limbah rumah tangga ini menjadi momok karena tempat pembuangan akhir Randukuning kondisinya over capacity, Jumat (07/05).

Meski proyek strategis nasional hanya masih mempersiapkan lahan dan belum ada kegiatan pembangunan pabrik, namun kondisi di Kabupaten Batang, terkait permasalahan persampahan semakin memprihatinkan, khususnya terkait limbah yang dihasilkan dari rumah tangga. Perilaku kebersihan warga dalam mengamankan sampah seperti membuang ditempat semestinya nampaknya belum juga sadar akan kebersihan dan kerapihan. Pasalnya meski sudah disiapkan bak penampungan sampah sementara, namun dalam membuangnya seenaknya begitu saja, sehingga nampak suasana kumuh tak sedap dipandang mata.

Kondisi penampungan sampah semakin memperihatinkan lagi karena para petugas dari dinas terkait dalam memungut sampah dari bak penampungan sementara diangkut menggunakan dump truk untuk dibuang ke TPA Randukuning waktunya tidak menentu, sehingga banyak ditemukan berceceran di pinggir jalan pantura. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang warga yang tengah membuah sampah rumah tangga, Untung mengatakan ceceran sampah di sekitar bak TPS hingga ke bahu jalan tersebut karena masyarakat dalam membuang sembarangan.

“Akibat warga yang membuang sampah sembarangan menjadikan lokasi menjadi kumuh, diperparah petugas kebersihan dari pemerintah Kabupaten Batang datanganya tidak menentu menjadikan sampah semakin menumpuk,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Daerah Kabupaten Batang, A. Handy Hakim, mengakui kalau tempat pembuangan akhir sampah di Randukuning saat ini kondisinya sudah kelebihan daya tampung. sudah 2 tahun terakhir ini produktivitas persampahan semakin meningkat seiring pertumbuhan perumahan baru yang terus terjadi. TPA Randukuning sendiri dengan luas 3,5 hektare menampung dari semua kecamatan yang ada terpusat di satu tempat, sehingga menyebabkan daya tampung sudah kelebihan.

“Kenaikan produksi sampah dari tahun 2019 sampai tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 400 sampai 500 ton perharinya, yakni sekitar 40 persen dari sebelumnya hanya sekitar 200 -an ton dari masyakat di Kabupaten Batang menghasilkan limbah rumah tangga,” jelasnya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Batang, dalam hal ini Bupati Batang bisa segera membuat kebijakan baru dengan membuat TPA Modern yang lebih luas dengan volume yang ideal sekitar 7 hektare sehingga bisa lebih maksimal, baik dalam penampungan maupun pengolahannya.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here