Beranda Headline Antisipasi Omicron, Pengelola Wisata Pantai Jodo Perkekat Pengunjung

Antisipasi Omicron, Pengelola Wisata Pantai Jodo Perkekat Pengunjung

278
0

BATANG, seputarkendal.com – Masuknya virus corona varian baru omicron di Indonesia khususnya di Ibu Kota Jakarta, mengakibatkan para pengelola objek wisata kini memperketat penjagaan di loket masuk. Para petugas mewajibkan para pengunjung untuk selalu menaati prokes dan mewajibkan untuk scan barcode pada aplikasi resmi Covid-19 peduli lindungi, jika salah satu tidak bisa terpenuhi terpaksa ditolak atau diputarbalik, Rabu (12/01).

Peningkatan kasus sebaran varian baru Covid-19 Omicron yang sudah masuk ke tanah air, mengharuskan masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan jangan sampai kendor, pasalnya hanya dari situlah penularan virus tersebut bisa diminamalisir. Hal tersebut ditanggapi serius oleh pengelola destinasi wisata pantai Pantai Jodo yang berada di Buntusari, Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, saat ini memperketat penjagaan di pintu masuk atau loket pembayaran, dengan memeriksa tiap pengunjung, kepatuhan prokes dan cek suhu tubuh.

Seperti yang disampaikan Sekeretaris Desa Sidorejo, Agus Santoso mengatakan, untuk pengelolaan objek wisata yang dilakukan oleh pokdarwis setempat, Pantai Jodo yang kini menjadi magnet wisatawan di Kabupaten Batang paling ujung timur tersebut saat ini meningkatkan intensitas pengamanan penjagaan, khususnya pemeriksaan tiap pengunjung yang akan masuk. Warga yang akan berlibur di objek wisata pantai dengan suguhan alam lautan lepas dan perbukitan yang masih asri tersebut harus menaati prokes Covid-19 dan bisa menscan barcode peduli lindungi baru bisa dipersilakan masuk berwisata.

“Tidak segan-segan para petugas jaga di loket pembayaran bakal menolak atau memutar balik pengunjung yang tidak menerapkan prokes 5M terlebih tidak bisa menunjukkan hasil scan barcode peduli lindungi, semua dilakukan suaya sebaran virus corona khususnya varian omicron bisa terputus,” kata Agus Santoso.

Para pengunjung yang mau berwisata sebelum masuk harus sudah bermasker terlebih dahulu, cuci tangan ditempat yang sudah disediakan, kemudian lolos dari cek suhu tubuh, terus menscan barcode aplikasi yang sudah ada, dilanjut melakukan pembayaran ke petugas loket.
Adanya pemeriksaan super ketat di tempat wisata tersebut disambut baik oleh masyarakat khususnya pengunjung, mereka sudah sadar akan pentingnya protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 masih mewabah hingga kini, seperti yang dikatakan oleh salah satu pengunjung, Profis dan rekannya. Meski tidak ada rencana liburan karena masih dalam bekerja, dirinya selalu melaksanakan prokes dalam beraktivitas, setidaknya selalu bermasker.

“Bersama-sama mematuhi prokes yang sudah disampaikan oleh satgas Covid-19, supaya rantai sebaran virus tersebut bisa terputus, terlebih adanya varian baru Omicron yang sudah masuk ke Indonesia, sehingga sangat penting adanya pengetatan di tempat-tempat yang mengundang masyarakat,”ujar Profis.

Perekonomian tetap jalan ditengah Pandemi Covid-19 dan kesehatan juga selalu diperhatikan, dengan mematuhi ketentuan yang berlaku seperti mengurangi jumlah pengunjung ditempat hiburan atau wisata dari 100 persen menjadi 50 sampai 75 persen, dan memantau kepatuhan warga dalam melaksanakan protokol kesehatan.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here